Pada Sabtu 15 Februari 2025, Cipta Garis Temurun telah menyelenggarakan lokakarya perdananya yang berjudul “Lokakarya Desain 1: Riset dan Desain Pakaian Tradisional Indonesia”. Kegiatan yang diadakan di EnablerSpace, Jakarta Selatan ini merupakan buah hasil dari focus group discussion (FGD) yang telah dilaksanakan sebanyak dua kali pada tahun 2024. Lokakarya ini dibuka untuk siapapun yang memiliki minat terhadap pakaian dan wastra Indonesia, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun eksplorasi pribadi; sehingga partisipan yang terkumpul beragam sekali dari segi usia maupun profesi. Tidak hanya praktisi di bidang mode, hadir juga pelaku budaya, mahasiswa desain, hingga pelaku kreatif lainnya yang memiliki minat tinggi tentang desain dan pembuatan pakaian.
Ide awal lokakarya ini berangkat dari keresahan sedikitnya publikasi atau referensi pakaian, misalnya jika dibandingkan dengan wastra dan perhiasan. Juga minimnya edukasi tentang busana sehari-hari di masa lampau. Karena seringkali yang mendapatkan sorotan lebih besar adalah pakaian seremonial. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, maka pemahaman terhadap konteks budaya dalam pakaian tradisional juga dibutuhkan.
Lokakarya ini juga menjadi sesi perkenalan lebih dalam dengan Sedjarah Pakaian, media edukasi dan riset pakaian tradisional yang merupakan bagian dari Cipta Garis Temurun. Kegiatan dimulai dengan pemaparan manuskrip “Sedjarah Pakaian” (1956). Mengupas bagaimana media Sedjarah Pakaian melakukan riset pakaian tradisional Indonesia. Materi pembahasan Sedjarah Pakaian juga dijadikan sebagai games selingan untuk memantik pengetahuan partisipan seputar pakaian tradisional. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan riset visual pakaian tradisional. Data yang digunakan berasal dari database online dari berbagai museum dunia dan koleksi buku dari mini library Cipta Garis Temurun.
Walaupun kegiatan ini berjalan dari pagi hingga sore, euforia para partisipan tak kunjung pudar. Diawali pengenalan diri dengan menceritakan benda favorit yang mengandung unsur kebudayaan. Diakhiri dengan presentasi singkat temuan riset visual yang mendukung proses pengembangan desain sesuai minat pribadi. Menarik sekali bagaimana lokakarya ini menjadi wadah berbagi ilmu pengetahuan untuk para partisipannya. Terlihat ketika sesi diskusi, para partisipan selalu mencermati pendapat satu sama lain. Karena pendapat para partisipan sangat beragam, melihat latar belakang yang sangat bervariasi.
Animo dan apresiasi dari para peserta sangat positif dalam lokakarya ini. Peserta berharap Cipta Garis Temurun dapat kembali mengadakan lokakarya selanjutnya dan program menarik lainnya. Agenda Cipta Garis Temurun ke depannya akan diinformasikan dalam instagram @ciptagaristemurun dan @sedjarah.pakaian. Semoga upaya pelestarian budaya Indonesia dan pengembangan desain tradisi yang Cipta Garis Temurun lakukan akan selalu diterima baik oleh masyarakat.
Penulis:
Oase Kirana Bintang
Salwa Fitri Fatima
Editor:
Danya Adhalia










