NgobrolYuk! 2024

Cipta Garis Temurun (CGT) telah mengadakan rangkaian kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan di Jakarta (20 Juli 2024) dan juga secara daring (24 Agustus 2024). Pendaftaran dibuka untuk pelajar/praktisi mode muda yang pernah mengikuti program pendidikan tata busana/fashion design di tingkatan apapun. FGD tatap muka diikuti oleh peserta dari wilayah Jabodetabek, sedangkan FGD daring diikuti peserta dari luar Jabodetabek; yakni kota Magelang, Surabaya, dan Yogyakarta. Kegiatan ini diadakan untuk menampung aspirasi para praktisi mode/pekerja kreatif, tentang apa yang dibutuhkan dalam membuat karya yang berkaitan dengan desain tradisi dan warisan budaya.


Bertajuk “NgobrolYuk!”, kegiatan ini difasilitasi oleh Danya Adhalia selaku inisiator Cipta Garis Temurun, beserta Rizkyka Saraswati. Para peserta difasilitasi untuk berkaca pada proses kreatif mereka masing-masing dan pengalaman dalam ekosistem desain di Indonesia. Agenda pertama diawali dengan pemaparan tentang proses yang dilalui peserta dalam mendesain, hal ini dilakukan untuk memetakan kira-kira di tahap mana peserta biasanya mengalami kesulitan. Lalu peserta diminta untuk mendefinisikan “Fashion Indonesia” dari sudut pandang masing-masing, sekaligus berbagi pengalaman tentang proyek/karya mereka yang mengandung unsur budaya/desain tradisi. Selanjutnya para peserta menceritakan contoh isu yang beredar di media ataupun dialami sendiri yang berhubungan dengan kriya tradisional dan industri desain. Untuk menutup pertemuan ini, peserta menyampaikan topik-topik yang ingin dipelajari lebih dalam, yang sekiranya dapat menjawab kesulitan atau tantangan yang telah peserta uraikan sepanjang proses diskusi.

Banyak sekali hal menarik yang peserta sampaikan mengenai dunia mode dan warisan budaya Indonesia. Bukan hanya tentang kekaguman tapi juga berbagai keresahan. Peserta menyadari bahwa referensi tentang wastra dan pakaian tradisional Indonesia cukup sulit ditemukan karena terbatasnya riset desain tradisi. Peserta juga menekankan akan pentingnya edukasi mengenai wastra Indonesia, contohnya tentang makna motif, teknik pembuatan, sejarahnya, dan lain-lain. Secara keseluruhan, peserta berharap mereka bisa mendapat lebih banyak akses pengetahuan tradisi tentang pakaian dan wastra Indonesia untuk mendukung proses berkarya. 

Diskusi interaktif dalam FGD telah menghasilkan beragam perspektif dari para peserta dan telah memberi banyak masukan untuk penyusunan program-program Cipta Garis Temurun ke depannya. Bukan hanya pembahasan tentang proses pengkaryaan tetapi para peserta dari luar Jabodetabek juga mengangkat pentingnya peran pelaku di luar industri seperti pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Pembahasan yang lebih luas dalam membentuk ekosistem desain yang lebih sehat turut menjadi masukan penting bagi fokus kerja Cipta Garis Temurun. Peserta menekankan bahwa banyak pihak yang perlu bergerak bersama untuk mendukung berbagai aspek dalam ekosistem ini termasuk pengembangan bisnis, edukasi dan keberlanjutan.

Merangkum semua masukan dari para peserta, Cipta Garis Temurun telah menentukan tiga tema besar yaitu: Wastra dan Pakaian Tradisional, Keberlanjutan, serta Interaksi Manusia dan Komunikasi dalam Ekosistem Desain. Ketiga tema utama ini akan diturunkan menjadi berbagai kegiatan dalam bentuk lokakarya, penelitian, diskusi publik, dan lain-lain. Nantikan terus program-program menarik dari Cipta Garis Temurun ya!


Penulis: Oase Kirana Bintang

Editor: Danya Adhalia